Alam Raya Permai.blogspot.com

Get cash from your website. Sign up as affiliate. Get a Free Nintendo Wii from Xpango - click here

Senin, 13 Juni 2011

CANDI BOROBUDUR

     Salah satu bukti peradaban dunia yang sangat cerdas dan maju yang di miliki oleh bangsa indonesia dan telah menjadi warisan dunia yang telah di kukuhkan oleh UNESCO yaitu Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan salah satu 7 keajaiban dunia yang  terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari Yogyakarta. Borobudur dibangun sekitar tahun 800 Masehi atau abad ke-9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Buddha Mahayana pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri Candi Borobudur yaitu Raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan Ratu Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun-temurun bernama Gunadharma.
     Candi Borobudur dibangun dengan menggunakan +/- 55.000 m3 batu. Tinggi bangunan ini sampai kepuncak adalah 42m, dengan lebar dasar 123 m. Tegak dan kokoh menjulang keangkasa dan merupakan bagian dari sejarah yang telah berumur ratusan tahun. Penentuan umur dilakukan dengan memperhatikan dasar corak bangunan candi dan ukir-ukirannya yang menunjukkan corak Jawa Tengah abad 9 masehi. Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 meter. Setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu ini hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar Candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan puzzle dan kesemuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.
     Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa utama sebagai puncaknya. Di setiap tingkat terdapat beberapa stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat patung Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu sepuluh tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi Buddha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stupa utama di tingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia. Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang sangat indah dan memiliki sekitar 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang di sebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama Candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.dan hal ini menunjukkan betapa mahir pembuatnya.
     Pada reliefnya Borobudur akan menceritakan tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia dan proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh Candi Borobudur. Bagian dasar Borobudur, disebut Kamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupa melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.
     Setiap tahun pada bulan purnama penuh pada bulan Mei (atau Juni pada tahun kabisat), umat Buddha di Indonesia memperingati Waisak di Candi Borobudur. Waisak diperingati sebagai hari kelahiran, kematian dan saat ketika Siddharta Gautama memperoleh kebijaksanaan tertinggi dengan menjadi Buddha Shakyamuni. Ketiga peristiwa ini disebut sebagai Trisuci Waisak. Upacara Waisak dipusatkan pada tiga buah candi Buddha dengan berjalan dari Candi Mendut ke Candi Pawon dan berakhir di Candi Borobudur.
     Wisatawan domestik maupun mancanegara banyak mengunjungi tempat wisata ini karena ingin mempelajari sejarah serta melihat secara dekat bangunan warisan dunia ini yang memiliki keindahan serta keunikan tersendiri dan kita juga bisa menikmati pemandangan di sekitar candi borobudur di saat berada di atas candi ini.








Sabtu, 04 Juni 2011

PEMANDIAN KALIANGET WONOSOBO

    Salah satu tempat rekreasi yang banyak di kunjungi oleh masyarakat wonosobo dan luar kota wonosobo adalah pemandian kalianget. Pemandian Kalianget merupakan salah satu objek wisata yang dimilki Kabupaten Wonosobo yang hanya berjarak 3 km dari pusat kota, tepatnya terletak di Jalan Dieng kilometer 3 atau sebelah utara kota Wonosobo. Luas areal keseluruhan kawasan wisata pemandian air panas kalianget ini memiliki luas sebesar 9,5 hektare.  Untuk pemandian dan fasilitas lainnya sendiri di bangun seluas 5,4 hektare . Adapun untuk kawasan bekas pasar Dieng seluas 2,6 hektare, semuanya akan dijadikan kawasan hotel.
     Semula sumber mata air panas alami yang debitnya cukup besar itu, dibiarkan dan tidak dikelola. Namun sejak kawasan yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Kebumen dibangun Waduk Wadaslintang (tahun 1987), maka keberadaan mata air panas di tempat itu pun, diprediksi bisa menopang kepariwisataan waduk. Maka sejak tahun 1999 dan 2004, Pemkab Wonosobo mulai membenahi potensi mata air panas alami di Dusun Kalianget. Sejak itu, Pemkab/Dinas Pariwisata mendirikan bangunan permanen berisi enam buah ruang kamar mandi dan dua ruang toilet. Untuk memudahkan pengunjung datang ke lokasi, transportasi darat dari ibu kota Kecamatan Wadaslintang ke desa-desa di seberang waduk pun mulai diperkeras dan diaspal. Di antaranya, melewati kawasan sumber mata air panas alami Kalianget.
     Taman Rekreasi Kalianget juga merupakan salah satu program pemerintah dalam melindungi potensi alam dan menjadi salah satu aset daerah.  Potensi alam yang dimiliki berupa sumber air panas, topografi, dan view yang menarik sekitar areanya juga dikelilingi perbukitan serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang masih alami. Suhu air panas di tempat itu cukup tinggi. Karena itu, pihak pengelola mengatur melalui penampungan sebelum disalurkan ke masing-masing ruang kamar mandi. Kamar terdekat dengan bak penampung relatif paling panas. Selain untuk pengunjung luar daerah pihak pengelola juga menyediakan pemandian air panas untuk masyarakat setempat.Khusus bagi perempuan desa setempat, dibuatkan bangunan terpisah/tertutup dan air panasnya disalurkan ke bak penampung lewat pipa. Adapun bagi pria, disediakan kolam umum terbuka di kompleks atau di dekat mata air.
     Taman Rekreasi Kalianget menyediakan pemandian Air Panas alami, dimana air tersebut mengandung Asam Sulfat yang cukup tinggi sehingga berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Tidak hanya itu, Taman Rekreasi Kalianget juga menyediakan sarana olah raga seperti menyediakan fasilitas lapangan tennis, stadion Sepakbola, kolam renang, taman bermain dan kolam pemancingan. Wisatawan yang mengunjungi taman rekreasi Kalianget, dapat dipastikan akan mendapat suasana yang rileks sambil melakukan aktifitas olahraga. Setelah melakukan olahraga tennis ataupun berenang, para pengunjung juga bisa beristirahat sambil berendam air panas alami yang terdapat disana.
      Pemandian kalianget banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun yang berasal dari luar kota wonosobo,khususnya pada hari minggu yang ingin menghabiskan masa liburan dengan berendam di air hangat untuk melepas kepenatan dan kembali menjadi segar kembali.



Kamis, 26 Mei 2011

AGRO WISATA TAMBI WONOSOBO

     Agrowisata Perkebunan Teh Tambi  terletak di lereng Gunung Sindoro sekitar ± 16 km arah utara kota Wonosobo atau bila menggunakan kendaran membutuhkan waktu sekitar 20 menit. Agro Wisata Tambi memiliki ketinggian 1.200 – 2000 m diatas permukaan laut. Suhu udara rata-rata minimal 15 º C dan suhu maksimal 24 º C. PT. Tambi mengelola 3 unit perkebunan yang terletak di Bedakah, Tanjungsari, Desa Tambi dengan luas 829 hektar.
     Luas areal PT Tambi meliputi 829,14 ha terdiri atas 3 unit perkebunan yaitu Unit Tambi, Unit Bedakah dan Unit Tanjungsari. Produk utama berupa teh hitam dengan tingkat produksi per tahun sebanyak 1.800 - 2.000 ton. Lokasi perkebunan terletak di lereng sebelah barat Gunung Sindoro dan Sumbing di bagian tengah Jawa Tengah. Ketinggian 800 - 2.000 meter di atas permukaan laut dengan tingkat curah hujan 2.500 - 3.500 mm per tahun.
     Menurut sejarah perkebunan teh ini  dulunya pada tahun 1885 perkebunan ini merupakan milik Belanda dengan nama Bagelen Thee & Kina Maatschappij yang dikelola oleh NV John Peet berkantor di Jakarta. Setelah Indonesia merdeka, diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia, yang selanjutnya setelah Konferensi Meja Bundar kembali diserahkan kepada pemilik semula. Tahun 1954 perkebunan dijual kepada NV Eks PPN (Pegawai Perkebunan Negara) Sindoro Sumbing. Tahun 1954 NV Eks PPN Sindoro Sumbing bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Wonosobo mendirikan sebuah perusahaan baru bernama NV Tambi dan yang sekarang telah berganti nama menjadi PT Tambi. 
     Suasana yang segar dan asri membuat wisatawan banyak mengunjungi tempat wisata ini terutama bagi para pecinta alam yang sangat mengagumi keindahan alam pegunungan. Pengunjung atau wisatawan dapat melakukan berbagai kegiatan di luar ruangan seperti Out bound, Camping dll. Lokasi yang strategis dan suhu rata-rata 20 derajat celcius sangat cocok untuk bermalam dengan tenda. kebun Di antara rerimbunan teh pengunjung dapat bermalam dengan menggunakan tenda dan refreshing dengan konsep back to nature. Fasilitas yang terdapat di areal agro wisata ini adalah terdapatnya tempat ibadah masjid,camping ground area,toilet dan kamar mandi yang bersih,kolam renang dan taman bermain buat anak-anak,retoran dengan menu yang variatif dengan harga yang murah dan bersih,halaman parkir yang luas,suasana yang aman dan nyaman,persewaan perlengkapan camping,fasilitas kebutuhan listrik, sound system dsb.
     Nikmatilah hari liburan anda di agro wisata perkebunan teh tambi yang sangat indah dan memiliki sarana dan prasarana yang memadai.





Kamis, 19 Mei 2011

WISATA TELAGA WARNA DIENG,WONOSOBO

     Wonosobo merupakan daerah pegunungan yang memiliki keindahan panorama alam dan udara yang sejuk, Wonosobo telah dikenal olah wisatawan nusantara dan mancanegara sebagai daerah tujuan wisata yang sangat menarik di Jawa Tengah - Indonesia. Bahkan sejak zaman Belanda, Wonosobo sudah dijuluki sebagai Paris van Java (Parisnya Jawa), munculnya julukan itu karena ada kemiripan antara Wonosobo dengan Paris dalam hal keindahan dan kesejukan Alamnya.
     Sedangkan dataran tinggi Dieng merupakan kawasan pegunungan yang terletak di ketinggian 2100 mdpl. Jadi kesejukan udaara bisa mencapai 10 derajat celcius, bahkan menjadi 5 derajat celcius saat musim kemarau. Coba Anda bayangkan betapa dinginnya kawasan dieng ini,terasa seakan berada di Eropa yang sangat dingin,sehingga pakaian dan jaket yang tebal di butuhkan saat berada di kawasan ini.
     Nama Dieng sendiri berasal dari bahasa sansekerta, ‘Di’ yang berarti gunung dan ‘Hyang’ yang berarti khayangan atau tempat tinggal para dewa. Tapi orang Jawa juga mengklaim itu bahasa mereka, ‘edi’ yang artinya indah dan ‘aeng’ yang artinya aneh. Jadi artinya tempat indah yang memiliki keanehan. Namun kesemuanya memiliki arti dan tujuan yang sama yaitu mengandung arti sebuah gunung yang memiliki keindahan serta menyimpan keanehan karena sejuta pesona alam yang ada dan peninggalan warisan budaya pada zaman masa lalu yang terdapat di dataran tinggi dieng ini tertata dengan sangat rapi dan indah.
     Telaga Warna merupakan salah satu objek wisata yang terletak di dataran tinggi dieng yang berada di Kecamatan Kejajar Wonosobo,Jawa Tengah.
Jarak objek wisata Telaga Warna dengan Wonosobo sekitar 26 Km dapat ditempuh dengan rute Arah utara kota Wonosobo, dengan menggunkan bus jurusan Wonosobo - Dieng Batur.
     Obyek wisata telaga warna wonosobo menyimpan sejuta keindahan yang sangat luar biasa sekali karena memiliki nilai histori yang perlu kita ketahui juga menyimpan panorama alam di sekitar telaga warna sungguh mengagumkan dan udara di sekitar telaga warna sangat sejuk sekali.  Tempat wisata ini sangat pas sekali kita kunjungi bila mencintai wisata alam yang berada di dataran tinggi dieng wonosobo ini. Telaga Warna memiliki keunikan tersendiri berkaitan dengan warna telaga. Terkadang berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni mirip pelangi karena Telaga Warna memiliki kandungan sulfur yang cukup tinggi.
     Menurut masyarakat setempat, ada suatu kisah yang menyebabkan warna danau alias telaga itu berwarna-warni. Konon, dahulu ada cincin milik bangsawan setempat yang bertuah namun terjatuh ke dasar telaga. Sementara dari kajian ilmiah, telaga ini merupakan kawah gunung berapi yang mengandung belerang. Akibatnya, bila air telaga terkena sinar matahari akan dibiaskan menjadi warna-warni yang indah.
     Fasilitas yang tersedia di kawasan obyek wisata ini adalah terdapatnya sebuah mushola, dan beberapa pusat oleh - oleh khas dieng termasuk sayur-sayuran,buah-buahan serta beberapa aneka bunga banyak di jual di areal wisata ini. Pengunjung juga dapat memanfaatkan penginapan yang tersedia di dieng serta menikmati hidangan di warung-warung yang tersedia dan menikmati jagung bakar.
     Objek Wisata Telaga Warna banyak dikunjungi oleh turis domestik maupun mancanegara, karena keindahan dan keelokannya serta hawa udaranya yang segar membuat kawasan wisata Telaga Warna Dieng banyak di kunjungi  oleh para wisatawan.




Sabtu, 07 Mei 2011

Monumen Meteorit Wonotirto,Temanggung

Monumen Meteorit merupakan tempat objek wisata pendidikan yang terletak di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, yang berada di kaki Gunung Sumbing. Obyek wisata ini bisa di katakan obyek wisata alam yang sangat langka sekali karena di tempat lain kita tidak akan bisa menemukan obyek wisata meteorit ini karena obyek wisata ini merupakan obyek wisata yang terjadi karena fenomena alam yang di sebabkan oleh jatuhnya batu meteor ke ladang penduduk di Desa Wonomerto. Monumen ini dibangun untuk menandai peristiwa alam jatuhnya meteor di ladang penduduk di Desa Wonotirto, pada hari jum’at tanggal 11 Mei 2001, sekitar pukul 09.00. Terdengar suara gemuruh yang keras dan ledakan yang sangat dasyat ketika meteor ini jatuh dari luar angkasa menghantam ladang penduduk yang sangat mengejutkan masyarakat di sejumlah Desa di Kecamatan Bulu. Oleh karena itu,pemerintah Kabupaten Temanggung kemudian mendirikan Monumen Meteorit Wonotirto di dekat lokasi titik tumbuk jalan desa, yang diresmikan pada 18 Februari 2002. Museum Rekor Indonesia menempatkan monumen ini sebagai satu–satunya monumen peringatan jatuhnya meteor di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara (Suara Merdeka, 20/02/2002). Monumen ini terletak di tepi jalan menuju puncak Gunung Sumbing.
Saat ini,monumen ini banyak di kunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar kota untuk mengetahui rasa penasaran dengan melihat secara dekat bentuk batu meteorit yang berada di monumen ini serta menikmati pemandangan di sekitar monumen ini. Namun,sarana permainan serta sarana ruang publik masih belum tersedia sehingga pengunung kurang menikmati liburan di tempat ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk menambah wahana pendidikan  disekitar monumen meteorit. Misalnya membangun perpustakaan atau museum mengenai meteor dan fenomena alam diruang angkasa. Materinya bisa berupa replika, buku-buku, ensiklopedi, bahkan pecahan meteor  yang jatuh di tempat lain.
Penambahan ruang publik, seperti gazebo dan taman bermain anak-anak, juga dapat menjadi salah satu siasat jitu untuk mengundang kembali para wisatawan lama, sekaligus dapat menarik minat calon wisatawan baru. Melalui berbagai upaya tersebut, monumen meteorit diharapkan bisa lebih dikenal masyarakat bukan hanya dari kabupaten temanggung saja, melainkan juga dari berbagai daerah lain di jawa tengah.
Pengembangan monumen meteorit sebenarnya cukup prospektif, karena didukung oleh dua objek wisata lainnya. Yaitu keberadaan goa wonotirto yang berada didesa yang sama, serta objek wisata alam pegunungan dengan latar belakang gunung sumbing. Keberadaan Monumen Meteorit tersebut semakin melengkapi genre wisata di kaki Gunung Sumbing, di samping panorama alam yang indah, udara pegunungan yang sejuk dan menyegarkan, serta potensi agrowisata buah dan sayuran yang amat menawan.
Kini Monumen Meteorit menjadi salah satu objek wisata di Temanggung yang menarik dikunjungi, apalagi didukung oleh kesejukan udara dan keindahan panorama alam dengan latar belakang Gunung sumbing yang kokoh.





tagged by standingproud Pictures, Images and Photos